Indonesia merupakan Negara kepulauan yang berdasarkan
posisi garis lintang dan garis bujur berada diantara 6o LU – 11o LS
dan 95o BT – 141o BT. Pulau yang paling utara adalah
Pulau Weh yang dilalui 6o LU, pulau paling selatan yaitu Pulau Roti,
yang dilalui oleh garis lintang 11o LS. Selain dilalui oleh garis lintang 6o LU Pulau Weh juga dilalui oleh garis bujur 95o BT. Adapun garis bujur 141o BT melalui batas Irian Jaya dengan Negara Papua.
Secara geografis Indonesia terletak diantara dua
samudera dan dua benua, yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta Benua
Asia dan Benua Australia.
Topografi wilayah Indonesia sangat bervariasi, hal
tersebut berpengaruh terhadap kehidupan masyarakatnya. Indonesia dilalui dua
sirkum pegunungan dunia yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Dimana
pegunungan Sirkum Pasifik ialah pegunungan-pegunungan yang berada disekitar
Samudera Pasifik (Lautan Teduh) mulai dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan,
pegunungan- pegunungan di Amerika Tengah, Rocky Mountains (Amerika Serikat),
pegunungan-pegunungan di Kanada, Alaska, Kepulauan Aleut, Kepulauan Kuril,
Jepang, Filipina, Irian dan Selandia Baru. Sedangkan Pegunungan Mediterania
(Laut Tengah), terus ke Pegunungan-Pegunungan Kaukasus, Himalaya, Burma,
Andaman, Nikobar, Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, sampai Kepulauan Banda. Kedua
rangkaian pegunungan ini bertemu di Laut Banda.
Daerah pegunungan di Indonesia terdiri dari tiga
barisan, yaitu ;
a) Busur Indonesia Selatan atau Busur
Sunda yaitu barisan pegunungan sepanjang Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara,
terakhir di bagian timur dan utara Laut Banda.
b) Busur Indonesia Timur atau Busur
Irian, yaitu sepanjang Irian dan bagian utara Maluku.
c) Busur Indonesia Utara, tersebar di
Sulawesi dan Kalimantan.
Indonesia bagian barat (Dataran Sunda) dan bagian
timur topografinya lebih tinggi baik daratannya maupun lautannya. Namun bagian tengahnya
merupakan laut dalam dan datarannya rendah (Nusa Tenggara, Sulawesi, dan
Maluku), hal tersebut berpengaruh terhadap aktivitas penduduk dan bencana alam.
Gempa dan gejala gunung api adalah gejala geologi yang berkaitan erat dengan
pembentukan Kepulauan Nusantara. Rutten yang kemudian juga didukung oleh Van
Gemmelen mengatakan bahwa asal pembentukan Kepulauan Nusantara, yang masih bisa
ditelusuri dengan bukti-bukti dimulai dengan tenggelamnya Zone Anambas yang
merupakan kontinen asal, dan diperkirakan terjadi pada 300 tahun yang lalu,
pada kurun waktu geologi Devon. Tenggelamnya Zone Anambas tersebut
mengakibatkan wilayah sebelah-menyebelahnya bergerak ke arah keseimbangan.
Dalam waktu mencari keseimbangan itulah berturut-turut bagian-bagian dari muka bumi ada yang timbul dan ada yang
tenggelam secara perlahan-lahan dalam kurun waktu geologi masing-masing sampai
pada bentuknya sekarang, landas kontinen telah mengalami 8 kali pembentukan
daratan atau orogenesa.
Di bagian Indonesia timur, kejadiannya hamper sama
dengan bagian barat. Kontinen asal bagian timur adalah yang oleh Van Gemmelen
disebut “Central Banda Basin” atau
yang kini dikenal dengan Laut Banda. Berbeda dengan bagian barat, pada “Banda
Sistem” ini terdapat hanya 7 tahap, dibandingkan dengan 8 tahap yang terdapat
pada “Sunda Sistem”. Atas perkembangan Geologi diatas dapat dengan singkat
dikatakan bahwa Indonesia merupakan titik temu daripada tiga gerakan muka bumi,
yaitu ;
o
Gerakan
dari sistem Sunda Barat
o
Gerakan
dari sistem pegunungan Asia Timur
o
Gerakan
dari sistem Sirkum Australia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar