Kamis, 13 Oktober 2016

Jalur Sirkum di Indonesia







      *      Letak Indonesia
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang berdasarkan posisi garis lintang dan garis bujur berada diantara 6o LU – 11o LS dan 95o BT – 141o BT. Pulau yang paling utara adalah Pulau Weh yang dilalui 6o LU, pulau paling selatan yaitu Pulau Roti, yang dilalui oleh garis lintang 11o LS. Selain dilalui oleh garis lintang 6o LU Pulau Weh juga dilalui oleh garis bujur 95o BT. Adapun garis bujur 141o BT melalui batas Irian Jaya dengan Negara Papua.
*      Letak Geografis

Secara geografis Indonesia terletak diantara dua samudera dan dua benua, yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta Benua Asia dan Benua Australia.
*      Topografi dan Geologi

Topografi wilayah Indonesia sangat bervariasi, hal tersebut berpengaruh terhadap kehidupan masyarakatnya. Indonesia dilalui dua sirkum pegunungan dunia yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Dimana pegunungan Sirkum Pasifik ialah pegunungan-pegunungan yang berada disekitar Samudera Pasifik (Lautan Teduh) mulai dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, pegunungan- pegunungan di Amerika Tengah, Rocky Mountains (Amerika Serikat), pegunungan-pegunungan di Kanada, Alaska, Kepulauan Aleut, Kepulauan Kuril, Jepang, Filipina, Irian dan Selandia Baru. Sedangkan Pegunungan Mediterania (Laut Tengah), terus ke Pegunungan-Pegunungan Kaukasus, Himalaya, Burma, Andaman, Nikobar, Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, sampai Kepulauan Banda. Kedua rangkaian pegunungan ini bertemu di Laut Banda.
Daerah pegunungan di Indonesia terdiri dari tiga barisan, yaitu ;
a)      Busur Indonesia Selatan atau Busur Sunda yaitu barisan pegunungan sepanjang Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, terakhir di bagian timur dan utara Laut Banda.
b)      Busur Indonesia Timur atau Busur Irian, yaitu sepanjang Irian dan bagian utara Maluku.
c)      Busur Indonesia Utara, tersebar di Sulawesi dan Kalimantan.
Indonesia bagian barat (Dataran Sunda) dan bagian timur topografinya lebih tinggi baik daratannya maupun lautannya. Namun bagian tengahnya merupakan laut dalam dan datarannya rendah (Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku), hal tersebut berpengaruh terhadap aktivitas penduduk dan bencana alam. Gempa dan gejala gunung api adalah gejala geologi yang berkaitan erat dengan pembentukan Kepulauan Nusantara. Rutten yang kemudian juga didukung oleh Van Gemmelen mengatakan bahwa asal pembentukan Kepulauan Nusantara, yang masih bisa ditelusuri dengan bukti-bukti dimulai dengan tenggelamnya Zone Anambas yang merupakan kontinen asal, dan diperkirakan terjadi pada 300 tahun yang lalu, pada kurun waktu geologi Devon. Tenggelamnya Zone Anambas tersebut mengakibatkan wilayah sebelah-menyebelahnya bergerak ke arah keseimbangan. Dalam waktu mencari keseimbangan itulah berturut-turut bagian-bagian dari  muka bumi ada yang timbul dan ada yang tenggelam secara perlahan-lahan dalam kurun waktu geologi masing-masing sampai pada bentuknya sekarang, landas kontinen telah mengalami 8 kali pembentukan daratan atau orogenesa.
Di bagian Indonesia timur, kejadiannya hamper sama dengan bagian barat. Kontinen asal bagian timur adalah yang oleh Van Gemmelen disebut “Central Banda Basin” atau yang kini dikenal dengan Laut Banda. Berbeda dengan bagian barat, pada “Banda Sistem” ini terdapat hanya 7 tahap, dibandingkan dengan 8 tahap yang terdapat pada “Sunda Sistem”. Atas perkembangan Geologi diatas dapat dengan singkat dikatakan bahwa Indonesia merupakan titik temu daripada tiga gerakan muka bumi, yaitu ;
o   Gerakan dari sistem Sunda Barat
o   Gerakan dari sistem pegunungan Asia Timur
o   Gerakan dari sistem Sirkum Australia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar